Adopsi Kurikulum Ponpes Gontor

Adopsi Kurikulum Ponpes Gontor

Adopsi Kurikulum Ponpes Gontor

Melalui kelas Kuliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah atau yang sering disingkat KMI, pondok pesantren Sirojul Munir yang berada kelurahan Jati Sari, kecamatan Jati Asih menerapkan kurikulum pesantren Gontor. Kurikulum yang terdapat di kelas KMI ini  mengedepankan pendalaman Bahasa Arab dan Bahasa Inggris.

Tahun ini adalah tahun pertama bagi pondok pesatren Sirojul Munir membuka kelas KMI.

Untuk menjalankan kelas KMI ini, pondok pesantren Sirojul Munir mendatangkan pengajar langsung dari pondok pesantren Gontor. Sebanyak 7 pengajar yang siap untuk mendidik santri. Di tahun pertama,  ada 25 santri yang belajar dalam kelas ini.

“ Baru mulai satu kelas. Ini yang 6 tahun nih. Nanti tahun depan akan dibuka lagi yang namanya kelas intensif. Intensif itu lulusan SMP atau lulusan tsanawiyah. Masuk dia kelas intensif itu 3 tahun, kalau yang sekarang yang KMI itu lulusan SD sama MI, “ ungkap pimpinan pondok pesantren Sirojul Munir, KH Saifuddin Siroj.

Untuk mengikuti kelas ini, santri harus menyelesaikan seleksi yang berisi pengetahuan dasar Alquran

seperti Tajwid, Makhroj, Imla, Bahasa Arab dan Berhitung. Tiga komponen tersebut yakni Bahasa Arab, Alquran dan berhitung merupakan pokok dari kurikulum yang dipelajari dalam kelas KMI ini, semua mengikuti standar Ponpes Gontor.

“ Kalau lulus dia diterima di KMI,  kalau gak lulus dia masuknya di regular, tsanawiyah. Intensif juga di tes kalau dia lulus, Bahasa arabnya bagus, imlanya bagus, Alqurannya bagus nah dia masuk kelas intensif kalau gak lulus nilainya dibawah dia masuk MA,” imbuhnya, Rabu (25/7).

Rencananya setelah berhasil membuka kelas KMI, di tahun yang akan datang akan kembali

membuka kelas Intensif, kelas ini diperuntukkan bagi lulusan MTS atau SMP yang akan menempuh pendidikan selama tiga tahun.

Salah PONPES besar di Kota Bekasi ini memiliki sekolah untuk santrinya menempuh pendidikan formal MI, MTS dan Madrasah Aliyah, meskipun demikian Ponpes ini tidak mengurangi ciri khas pesantren yang erat kaitannya dengan kitab kuning.

Tiga malam setiap minggu nya,  santri diwajibkan untuk mengaji kitab kuning sebagai cirikhas dari pondok pesantren terutama pondok pesantren NU.“ Dan untuk pesantren kita tidak menghilangkan kitab kuning, itu ciri khas pesantren NU, jadi santri disini wajib harus mengaji kitab kuning, mau dia KMI, regular semua wajib ngaji kitab kuning, “ tutupnya.  (cr38)

 

Baca Juga :