Computer-related Extortion and Threats

Computer-related Extortion and Threats

Computer-related Extortion and Threats

pengancaman melalui komputer).

Pemerasan yang memanfaatkan serangan DDoS makin mengganas. Jika sebelumnya target adalah situs judi atau situs porno, kini situs keuangan masuk dalam daftar korban. DDoS (distributed denial of service) adalah salah satu jenis serangan cyber favorit untuk melumpuhkan sebuah situs. Seperti banyak serangan di Internet, DDoS cukup akrab dengan dunia hacker. Serangan itu, beberapa bulan terakhir, kerap digunakan untuk tindak kejahatan pemerasan. Pelaku serangan akan mengancam korbannya dengan serangan DDoS. Lazimnya pemerasan, korban dipaksa membayar sejumlah uang tertentu untuk menghindari serangan. Target serangan biasanya adalah situs ‘remang-remang’ yang mengoperasikan perjudian atau konten porno. Namun parahnya, modus itu mulai merambah ke situs pemroses transaksi kartu kredit. Hal tersebut terjadi pada situs Authorize.net. Situs tersebut merupakan penyedia jasa proses transaksi kartu kredit. Authorize digunakan untuk menentukan validitas data kartu kredit pelanggan dan bisa juga untuk mencegah pencurian kartu kredit. Sekali Dayung, Dua Tiga Pulau Terlampaui Sampai dengan tanggal 22 September waktu setempat (Authorize.net berbasis di Amerika Serikat -red.) Authorize.net masih mengalami serangan secara acak. Sebelum serangan dimulai, Authorize mengaku menerima surat pemerasan. Naftali Bennet, CEO perusahaan keamanan internet Cyota, melihat ‘manfaat’ ganda yang didapatkan dari serangan terhadap Authorize dan penyedia jasa sejenis. “Sementara layanan online mereka mati, transaksi bisa jadi harus diproses secara manual lewat telepon. Ini akan menyebabkan penundaan, dan dapat menguntungkan pengguna kartu kredit palsu (carder -red.),” tuturnya. Serangan DDoS, ujar Bennet, sebenarnya berawal dari pekerjaan iseng. Namun hal itu berlanjut jadi kegiatan kriminal saat dibarengi dengan pemerasan.

Solusinya :

Pemerasan dan pengancaman melalui komputer merupakan perbuatan pemerasan biasa yang menggunakan komputer sebagai alat dalam operasinalisasinya sehingga perbuatan tersebut dapat diancam dengan Pasal 368 KUHP.

Baca Juga :