Instansi makin Populer kala Santai Bermedsos

Instansi makin Populer kala Santai Bermedsos

Instansi makin Populer kala Santai Bermedsos

DI benak kebanyakan orang awam, instansi pemerintahan identik

dengan pola hubungan yang birokratis atau gaya komando untuk militer. Bahasa yang resmi dan kaku lazim menyangkut instansi-instansi pemerintahan. Tidak mengherankan publik mendapat penyegaran ketika hadir media sosial (medsos) resmi instansi pemerintah. Gaya bahasanya santai dan kerap jenaka. Apalagi, akun Twitter itu milik TNI Angkatan Udara (AU) @_TNIAU. Meski akun resmi instansi, adminnya tidak ragu membalas gurauan netizen. Seperti kicauan @fajrimvp yang santai bertanya,’ Admin @_TNIAU yang terhormat, apakah pernah ketemu bidadari saat latihan di udara?’ Jelas tidak ada desakan atau keharusan menjawab pertanyaan iseng. Namun, admin @_TNIAU memilih menjawabnya, ‘Tidak pernah mas, tapi setelah pulang ke rumah baru ketemu bidadari’. Tercatat hingga pukul 15.15 WIB, Kamis (31/3), respons itu di-retweet 44 orang dan diberi tanda hati oleh 45 pengguna lain. Menurut Communications Manager Twitter Indonesia, Priscila Carlita, ada banyak faktor kepuasan penggunaan Twitter, mulai kecepatan merespons, gaya komunikasi, relevansi informasi, hingga manfaat mengikuti akun itu. Selanjutnya, bila audience puas, secara otomatis mereka akan memberitakan itu kepada yang lain. Soal gaya bahasa akun resmi instansi pemerintahan, lanjutnya, itu berpulang pada tujuan komunikasi instansinya.

TMC Polda, misalnya, fokus pada penyampaian informasi. Kendati bahasanya jauh dari jenaka, mereka punya

banyak pengikut karena memiliki relevansi informasi yang dibutuhkan khalayak. Di sisi lain, ada banyak cara untuk menjaga kesetiaan pengguna medsos, misalnya, dengan mengenali karakter platform medsos yang digunakan dan penggunanya. Instagram yang optimal dengan foto, di Indonesia, penggunanya lebih banyak berusia 15-24 tahun. Ini beda dengan Facebook yang bisa didukung dengan teks lebih panjang. Penggunanya kebanyakan berusia 30-49 tahun (Data Google Indonesia). Meski karakter tulisan Twitter sangat terbatas, penggunaan materi visual bisa membantu. “Riset kami membuktikan, kicauan yang menggunakan video mendapatkan retweet enam kali lebih banyak daripada yang tidak menggunakan. Pengguna Twitter Indonesia itu 77% aktif setiap harinya dan 42% menonton video di Twitter setiap hari,” kata Carlita.

Tujuan

Popularitas akun @_TNIAU meluas saat berdebat dengan Ratna Sarumpaet.

Aktivis perempuan itu menuding Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama telah membeli tentara, polisi, dan KPK. Lewat Twitter, @_TNIAU meminta Ratna membuktikannya dengan menunjukkan intansi. Singkat, santai, dan mengena. Perdebatan ditutup dengan mengutip undang-undang yang menjelaskan tugas tentara. Sebelum itu, politikus PKS Fahri Hamzah dihadapkan pada perang twit. Ia menyebut Lanud Halim Perdanakusuma bisa dijual ke tangan asing. Meski santai, dijelaskan betapa asumsi itu sama sekali tak berdasar. Media Indonesia bertemu Kepala Dinas Penerangan AU (Kadispen) Marsekal Pertama TNI, Dwi Badarmanto, di kantornya, Selasa (29/3). Dia menjelaskan respons mereka terhadap kicauan Ratna dan Fahri didorong perasaan terusik. Hati boleh terusik, tapi respons harus tetap dengan santun. Itulah aturan bermedia sosial yang dia tetapkan. Dalam praktiknya, tim mereka memantau semua kicauan tentang AU dan TNI secara umum serta berupaya meresponsnya setelah berkonsultasi. Jika diperlukan, hal-hal terkait hukum akan ditanyakan kepada bagian hukum. “Cari sumber informasi lalu respons,” terang Marsma Dwi. Berbeda dengan akun pribadi yang memengaruhi reputasi individu tersebut, seperti akun Ridwan Kamil yang populer di medsos, akun instansi dikelola admin yang anonim dan mewakili instansi. Demikian pula @_TNIAU yang merahasiakan adminnya meski banyak yang ingin tahu sosok di baliknya. “Rasanya memang tidak perlu saja. Lagi pula kami bekerja dalam sistem,” ujarnya. Ia mengaku gaya bahasa admin @_TNIAU dipengaruhi pribadi masing-masing. Tidak ada pelatihan khusus menjadi admin. Kalau ada yang merespons candaan, itu murni improvisasi yang dibebaskan asal sopan.

Baca Juga :