Mengenal Ritual Lufu Kie Keliling Pulau Tidore

Mengenal Ritual Lufu Kie Keliling Pulau Tidore

Mengenal Ritual Lufu Kie Keliling Pulau Tidore

Setiap tahun di Pulau Tidore digelar ritual Lufu Kie

Di ritual ini, rombongan kapal Sultan Tidore mengelilingi pulau agar Tidore tidak dilanda bencana.

Lufu Kie adalah ritual mengelilingi pulau Tidore dengan formasi Houngi Taumoi se-Malofo melalui jalur laut dengan menggunakan kapal-kapal Kesultanan dan menyinggahi beberapa tempat keramat sebagai bentuk ziarah terhadap leluhur.

Ritual Lufu Kie dan Parade Juanga selalu ada setiap menyambut Hari Jadi Kota Tidore Kepulauan. Lufu Kie & Parade Juanga di laksanakan pada hari Senin (7/4/2018) pekan lalu.

Dahulu pada zaman penjajahan Belanda

saat itu Sultan dan para Bobato melihat gejala alam yang menandai akan terjadinya sesuatu yang mengganggu ketenangan masyarakat. Saat itu juga, Sultan Tidore Yang Mulia Sri Paduka Tuan Sultan Syaifuddin langsung menggerakan armada perang untuk mengusir VOC dari tanah Tidore.

Formasi Lufu Kie terdiri atas Kagunga Sultan (Perahu Kesultanan Tidore) dengan kawalan Juanga Hongi Taumoi se Malofo yang berarti barisan Juanga atau barisan 12 perahu Kora-Kora.

Sebelum melaksanakan ritual Lufu Kie, Sultan bersama bobato serta para pengurus kesultanan dan masyarakat adat melakukan pembacaan doa bersama di Kadaton kesultanan Tidore.

Lalu kemudian di arak menuju pelabuhan dimana semua perahu (Juanga) sudah dihiasi dengan umbul-umbul, janur, dan bendera untuk masyarakat adat dalam mengiringi Sultan pada Acara Lufu Kie.

Ritual ini dimaksud untuk menghindari masyarakat dari berbagai bencana. Selain itu, para rombongan Lufu Kie selalu menyempatkan diri untuk singgah di Pelabuhan Batu Ternate (Dodoku Ali) memberikan salam kepada Sultan Ternate.

Ritual Lufu Kie & Parade Juanga selalu di nantikan setiap tahunnya oleh masyarakat sekitar, karena bagi mereka melihat parade juanga mampu mengenang perjuangan Sultan dan para Bobato demi menyelamatkan Tidore.

Baca Artikel Lainnya: