Produsen Mobil Tanggapi Target Ekspor 1 Juta Unit dari Jokowi

Produsen Mobil Tanggapi Target Ekspor 1 Juta Unit dari Jokowi

Produsen Mobil Tanggapi Target Ekspor 1 Juta Unit dari Jokowi

Pernyataan ambisius Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal target ekspor mobil 1 juta

unit pada 2024 menuai respons dari produsen otomotif di dalam negeri. Menurut salah satu produsen keinginan Jokowi itu bisa saja masuk akal, tapi tergantung upaya pemerintah juga.

Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan produsen butuh berbagai dukungan pemerintah untuk menggemukkan pasar ekspor.

Lihat juga: Jokowi Bidik Ekspor Kendaraan Tembus 1 Juta Unit pada 2024
Penuturan Bob pemerintah harus memperluas perjanjian perdagangan bebas (Free trade agreement/FTA), hingga kerja sama bilateral, serta multilateral dengan negara-negara yang belum terjamah.

“Ya memperluas FTA, MRA mutual recognition agreement serta kerjasama

bilateral dan multilateral lainnya,” kata Bob melalui pesan singkat, Senin (16/12).

Bob belum dapat memastikan kontribusi Toyota bila target ekspor 1 juta unit pada 2024 terpenuhi. Saat ini ia melihat situasi perekonomian global serta peta industri otomotif dalam negeri masih ‘terpuruk’.

Kendati demikian, Bob memastikan Toyota mendukung target Jokowi terkait ekspor mobil Indonesia.

“Apalagi saat ini sedang anomali perekonomian dunia karena perang dagang AS-China.

Selain itu juga domestic market masih stagnan dalam tiga tahun terakhir,” kata Bob.

Lihat juga: VIDEO: Indonesia Ekspor 120 Mobil ke Filipina
Mengutip Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) ekspor mobil dalam bentuk utuh (CBU) pada tahun lalu jumlahnya mencapai 264.553 unit. Sementara tahun ini periode Januari-Oktober berjumlah 275.364 unit.

Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto menilai target Jokowi realistis diwujudkan asal Agen Pemegang Merek (APM) melalui prinsipal memberi restu. Ujung tombak ekspor produsen, disebutkan Jongkie, ada di tangan prinsipal masing-masing produsen.

 

Baca Juga :