Tindak pidana Cyber crime yang menggunakan komputer

Tindak pidana Cyber crime yang menggunakan komputer

Tindak pidana Cyber crime yang menggunakan komputer
Tindak pidana Cyber crime yang menggunakan komputer
  1. Credit card fraud(penipuan kartu kredit)

Kejahatan penyalahgunaan kartu kredit ini muncul dengan berbagai versi. Kasus yang umum terjadi adalah kasus pemalsuan kartu kredit dengan berbagai tehnik terbaru, misalnya dengan teknik “Cardholder-Not-Present / CNP (Si Pemilik Kartu tidak Hadir saat transaksi) yang banyak terjadi di banyak negara akhir-akhir ini. Dengan semakin banyaknya jasa perbankan dan situs dagang yang menawarkan kemudahan jasa pembayaran dan finansial secara elektronik seperti internet banking, phone banking, dan e-commerce diiringi dengan penggunaan kartu kredit sebagai otorisasi transaksi maka para pelaku kejahatan yang mulanya bertindak secara fisik (begal, perampok, pencopet, dsb) kini mulai beralih ke dunia maya dengan harapan memperoleh target sasaran yang lebih besar, lebih menguntungkan dan resiko yang lebih kecil.

Solusinya :

Jenis – jenis kartu kredit yang menjadi “kartu kredit berteknologi pintar” yang dilengkapi dengan ekripsi data dan kapasitas penampungan data yang lebih besar. Dan dapat dikenakan Pasal 378 KUHP.

  1. Bank fraud(penipuan terhadap bank)

Salah satu kasus yang paling umum dalam penipuan toko online adalah si penipu tidak mengirimkan barangnya padahal sudah mentransfer uangnya.

Solusinya :

Jika kita adalah korban kita dapat meminta pihak bank untuk memblokir rekening penipu ini. Kita harus melaporkan terlebih dahulu ke polisi mengenai kasus ini agar mendapat surat dari kepolisian. Rata – rata surat – surat yang perlu disertakan untuk memblokir rekening di semua bank hampir sama. Berikut surat – surat yang umumnya diperlukan :

  • Surat dari pihak kepolisian yang wajib distempel
  • Bukti transfer
  • Buku Tabungan
  • Kartu ATM
  • Fotocopy KTP
  • Surat Permohonan Pemblokiran
  • Surat Pernyataan Kronologis Kejadian dengan materai Rp 6000,-

Penipuan bank dengan menggunakan komputer sebagai alat melakukan kejahatan dapat diancam dengan Pasal 362 KUHP atau Pasal 378 KUHP, tergantung dari modus operandi perbuatan yang dilakukannya.

  1. Service Offered fraud(penipuan melalui penawaran suatu jasa)

Ponzi adalah nama orang yang menerapkan skema ini. Ini adalah skema penipuan terstruktur namun pasti akan ketahuan. Salah satu Pelaku Ponzi terbesar yang terbuka kedoknya abad ini adalah Bernard Madoff yang telah berhasil menipu sebesar $40 Milyar atau 400 Trilyun Rupiah. Skema dari Ponzi adalah, menawarkan sebuah program investasi dengan bunga / Return of Investment yang menggiurkan, dan anda akan mendapatkan hasil dari korban berikutnya. Ketika sudah tidak anda member baru / korban baru, maka jenis penipuan ini akan terungkap.

Solusinya:

Untuk menghindari hal ini sangatlah sulit, karena sebuah perusahaan yang memiliki dokumen legal pun tetap melakukan penipuan ini. Penipuan melalui penawaran jasa merupakan perbuatan penipuan biasa yang menggunakan komputer sebagai salah satu alat dalam melakukan kejahatannya sehingga dapat diancam dengan Pasal 378 KUHP.

  1. Identity Theft and fraud(pencurian identitas dan penipuan)

Phising adalah tindakan mencuri data diri / biodata anda, mulai dari nama lengkap, tanggal lahir, nama ibu kandung, alamat anda hingga nomor KTP anda. Tujuan dari phising ini adalah untuk mengakses rekening bank anda, ataupun untuk menyampaikan pesan yang bersifat fitnah menggunakan jati diri korban. Phising biasanya selalu berdampingan dengan SPAM, dengan arti SPAMMER melancarkan serangan ke ribuan hingga jutaan calon korban melalui e-mail maupun telepon yang mengaku sebagai pegawai asuransi, petugas bank, dan berbagai pihak yang menurut korban berhak untuk meminta segala data diri anda. Beberapa contoh dari Phising ini antara lain Phising Facebook ID, Account paypai, Liberty Reserve, Ebay.

Sumber : https://apartemenjogja.id/