Unas Berbasis Komputer Masih Semi Online

Unas Berbasis Komputer Masih Semi Online

Unas Berbasis Komputer Masih Semi Online

Hingga pukul 15.30 wib, kedatangan soal ujian nasional (unas) SMA/SMK berbasis komputer

untuk Kota Bandung, masih tertunda. Padahal berdasarkan jadwal, seharusnya Jumat pagi sudah tiba. Serta, langsung disebar ke sub rayon SMK di SMKN 1 dan 8, sementara untuk SMA di SMAN 2, 11 dan 14.

Kendala itu, menurut Kasi Kurikulum Bidang SMA-SMK Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung Sopanda, disebabkan masalah pengepakan yang dilakukan percetakan di Kota Bogor. ”Dalam beberapa hari ini, saya terus memonitor soal Unas, ini hanya masalah packing saja,” ujarnya.

Meski begitu, keterlambatan kedatangan soal unas berbasis komputer, yang akan disebarkan dari titik

bongkar di SMAN 8 dan SMKN 3, dapat diselesaikan malam ini juga. Jika soalnya tiba di malam yang sama. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Elih Sudiapermana, saat ditemui di sela penantian kedatangan soal unas di SMKN 8, Jalan Solontongan, kemarin (10/4).

Menurut dia, sebetulnya tidak ada keterlambatan, jika dibandingkan dengan tahun tahun sebelumnya. Biasanya soal unas datang sehari sebelum hari H. Tahun ini, malah lebih awal satu hari, walaupun pembongkaran bisa sampai dengan larut malam.

Di tempat sama, Kepala SMKN 13 Kota Bandung Ane Sukmawati menilai, sebetulnya unas berbasis komputer

(CBT) tahun ini, belum sepenuhnya bisa dikatakan online . Pasalnya, soal ujian belum bisa diakses melalui Wi-Fi. Materi unas dikirim dari Pusat Pendidikan dan tenaga pendidik (Puspendik) Kemendikbud melalui server elektronik sekolah pada hari Sabtu (11/4). Dan, baru bisa dibuka satu jam sebelum ujian dimulai. ”Dengan masih menggunakan server ini baru semi online,” ucapnya.

Menyoal terpilihnya SMKN 13 sebagai satu dari tiga SMKN melaksanakan unas berbasis komputer, Ane mengatakan, kepercayaan itu bukan datang tiba-tiba. SMKN 13, sudah lima tahun melakukan praktek ujian menggunakan teknologi informasi dan SDM guru-gurunya. Juga memadai dalam arti sudah dinilai layak. ”Ujian semester, UTS dan ujian sekolah, selama ini sudah menggunakan perangkat komputer,” kata Ane.

Pada ujian nasional tanggal 13,14 dan 15 April nanti, pelaksanaan ujian akan diawasi oleh seorang proctor, dua orang pengawas dan satu orang teknisi. Sedangkan untuk menghindari krodit dan hilir mudik orang di ruang kelas, pengontrolan pelajar langsung menggunakan CCTV.

 

Baca Juga :