Unisma Juara Lomba Penyuluhan Tingkat DKI Jakarta

Unisma Juara Lomba Penyuluhan Tingkat DKI Jakarta

Unisma Juara Lomba Penyuluhan Tingkat DKI Jakarta

Fakultas Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Program Pascasarjana Unisma ‘45 Bekasi, menjuarai lomba penyuluan tingkat DKI Jakarta, belum lama ini.

Prestasi membanggakan diukir oleh Ahmad Mahmudi. Mahasiswa Fakultas Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Program Pascasarjana Unisma ‘45 Bekasi meraih peringkat  pertama dalam lomba Pentas Penyuluh Teladan Tingkat Provinsi DKI Jakarta.

Membawakan tema ‘Peran Penyuluh Agama Islam dalam Penanganan Kenakalan Remaja

Balap Motor Liar di Wilayah Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, program yang ditawarkan mencuri perhatian dewan juri.

Dalam pemaparannya, Ahmad berharap para remaja dapat mengurangi atau meninggalkan balap liar motor yang membuat para remaja kehilangan waktu berharganya untuk hal yang lebih positif dan untuk mewujudkan tujuan para remaja yang mandiri dan memiliki akhlak mulia, maka solusinya adalah memberikan pembinaan secara personal terhadap pelaku balapan liar.

Sementara itu, Ketua Program Studi (Kaprodi) Magister Manajemen Pendidikan Diyah Yuli Sugiarti mengaku

, permasalahan kenakalan remaja mesti mendapatkan perhatian serius. Menurutnya, kenakalan remaja biasanya dikarenakan biologis misalnya keturunan ayah yang temperamental.

“Hasil dari observasi faktor lingkungan ekonomi rendah juga biasanya menyebabkan anak lebih nakal dan krisis identitas. Cara mengatasi adalah melalui penyuluhan dengan pendekatan agama (spiritual) agar remaja memiliki pengendalian diri yang kuat demikian juga pengatasan secara Psikologi yaitu melalui terapi behavior (perilaku) dengan reward and punishment atau dengan terapi kognitif (pendidikan) juga harus dilakukan,” terannya.

Menurutnya, tujuan diselenggarakan lomba tersebut adalah untuk meningkatkan kualitas penyuluh

, baik ilmu agama maupun teknologi agar tercapai peran dan fungsi sebagai penyuluh di masyarakat. Para peserta yang ikut serta lomba antara lain terdiri dari 6 orang PNS dan 6 orang dari non PNS, total keseluruhan 12 orang, yang masing-masing mewakili wilayah di antaranya Jakarta utara, Jakarta pusat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Kepulauan Seribu.

 

Sumber :

https://ruangseni.com/